BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

a d a a p a d i t a t a s u r y a . b l o g s p o t . c o m

Jumat, 10 September 2010

Ditemukan Planet mirip Bumi ?


Planet pertama yang bisa dihuni dalam ukuran dan kondisi yang sama dengan Bumi, telah ditemukan dalam satu sistem tata surya luar, sehingga kembali memunculkan kemungkinan adanya kehidupan di planet-planet lain, ungkap para ilmuwan.




Planet yang belum diberi nama itu besarnya satu setengah kali Bumi dan lima kali lebih pejal, ungkap tim astronom Eropa di Observatorium Selatan Eropa di Garching, Jerman.

“Kami sudah menaksir bahwa suhu rata-rata super-Bumi ini antara 0 hingga 40 derajat Celsius, karena itu air dalam keadaan cair,” kata Stephane Udry dari Observatorium Jenewa.

“Model-model memberi perkiraan bahwa planet itu kemungkinan berbatu-batu seperti Bumi kita atau ditutupi samudera.” katanya kepada DPA.

Planet itu terletak di sekitar bintang yang disebut Gliese 581, sekitar 20,5 tahun cahaya dari sistem tata surya Bumi dan termasuk 100 bintang terdekat dari Matahari.

Walau planet itu lebih dekat kepada bintangnya dibandingkan dengan jarak Bumi ke Matahari, kedua planet sama mempunyai kondisi serupa karena Gliese 581, yang disebut “kurcaci merah”, ukurannya lebih kecil dan lebih dingin.

Satu tahun planet tersebut sama dengan 13 hari di Bumi.

“Kurcaci-kurcaci merah, cocok untuk mencari planet-panet sejenis karena mereka memancarkan cahaya lebih sedikit, dan mereka juga punya jarak yang lebih dekat ke zona yang bisa dihuni, dibanding matahari kita,” kata Xavier Bonfils dari Universitas Lisabon.

Lebih dari 200 “eksoplanets” – planet di luar tata surya Matahari, ditemukan dalam 12 tahun terakhir. Kebanyakan adalah gas padat yang sangat besar mirip Jupiter.

Xavier Delfosse dari Universitas Grenoble di Prancis mengatakan planet temuan baru itu dapat dihuni dan pasti menjadi sasaran bagi misi luar angkasa mencari mahluk luar angkasa di masa depan.

“Air dalam bentuk cair sangat penting bagi kehidupan,” katanya. ”Bagai peta harta karun, orang akan menandai planet ini dengan tanda X.”

Pernah adakah kehidupan di Planet mars ?


Pencarian kehidupan lain di luar angkasa kini mengarah ke dua tempat. Pertama, Titan. Satelit Saturnus itu memiliki danau metana dan etana, serta Enceladus, dengan uap-uap air — kondisinya seperti tempat yang bisa ditinggali sebuah kehidupan.

Fokus kedua mengarah ke Mars, yang terdekat dengan Bumi. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa planet Mars memiliki potensi untuk dijadikan sebagai tempat kehidupan manusia.


Pasalnya, planet merah itu memiliki deposit sulfat. Di Bumi, sulfat adalah lokasi penyimpanan organisme kuno.

Besar kemungkinan, sulfat di Mars juga menyimpan rekam jejak kehidupan, sama halnya di Bumi.

Baru-baru ini bahkan, para peneliti dari Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (Seti), California menyatakan, bahwa di Planet Mars pernah ada kehidupan. Demikian diberitakan Dailymail.

Hal tersebut, dibuktikan para peneliti dengan penemuan sejumlah bebatuan di patahan Nili Fossae, Mars. Bebatuan tersebut kemungkinan besar berisi fosil sisa organisme.
Bebatuan yang ditemukan di Nili Fossae berbeda dengan bebatuan di kawah Mars lain. Nili Fossae yang menjadi target pendaratan tim Laboratorium Pengetahuan Mars pada tahun 2011 diperkirakan berusia sekira empat miliar tahun.


Nili Fossae adalah sebuah lokasi yang terdapat di Planet Mars dimana wilayah tersebut diklaim kaya akan mineral.

Dalam telaahnya, para ilmuwan menggunakan instrumen dari satelit NASA, Mars Reconnaissance Orbiter untuk mempelajari batuan lempung karbonat yang ada di permukaan Mars. Lapisan itu diduga kuat merupakan peninggalan era kuno Mars yang disebut juga Periode Noachian.

Melalui proses hidrotermal, penemuan karbonat di bebatuan Nili Fossae dipercaya sebagai tanda.
hidrotermal dapat didefinisikan sebagai sirkulasi fluida panas(50° sampai >500°C), secara lateral dan vertical pada temperature dan tekanan yang bervarisasi, di bawah permukaan planet
Di bebatuan tersebut ditemukan mineral hasil senyawa antara karbon dan oksigen yang diyakini sebagai pertanda bahwa ada suatu kehidupan yang pernah ada Mars. Karbonat memiliki porsi mineral tertentu yang terkait dengan organisme.


Para ilmuwan tak menyimpulkan bahwa Nili Fossae adalah bukti aktual keberadaan mahluk hidup di Mars. Baru sekedar kemungkinan.

“Kami berpendapat, aktivitas hidrotermal di Nili Fossae menyediakan energi untuk aktivitas biologis di Mars di masa-masa awal,” kata ilmuwan pencari mahluk ekstraterresterial Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI), Adrian Brown.

Tamuan ini akan dijelaskan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters.

Brown dan koleganya mempelajari pembentukan hidrotermal batuan tanah liat-karbonat di daerah Nili Fossae di Mars.

Hasil penelitian mereka menunjukkan ada kesamaan antara formasi batuan karbonat di Nili Fosae dengan jejak kehidupan dan biologis awal di Bumi, khususnya di wilayah Australia Barat.

Kondisi Nili Fossae mirip daerah East Pilbara di Australia Barat — yang menyimpan bukti keberadaan kehidupan di masa awal Bumi.

“Dalam artikel itu, kami membahas potensi Archean vulkanik di daerah Pilbara Timur Barat Australia sebagai analog untuk Noachian Nili fossae di Mars,” kata Brown.

“Mereka mengindikasikan adanya biomarker – atau bukti dari keberadaan organisme hidup.”

Nili Fossae adalah salah satu dari tujuh calon lokasi pendaratan pesawat tak berawak NASA, Mars Science Laboratory, dalam misi berikut.
Kawasan bebeatuan Nili Fossae pertama kali ditemukan pada tahun 2008.